Selasa, 27 Maret 2012

PERBANDINGAN SISTEM PEMILU NEGARA AMERIKA SERIKAT DENGAN SISTEM PEMILU NEGARA CINA



  BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang
Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan mempunyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan–kesamaan dan perbedaan-perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap berbagai macam sistem politik yang ada di berbagai negara dan seluruh dunia umumnya dan dengan berbagai latar belakang sejarahnya secara komperatif.
Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan sistem politik yang ada akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai system politik dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, saya akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber–sumber kekuatan dan kelemahan dari system politik yang berorientasi pada tujuan-tujuan politik di berbagai negara.
Perbandingan antara negara ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan sistem pemerintahan atau sistem politik Negara tesebut, terutama yang berhubungan dengan kelebihan dan kelemahannya, persamaan dan perbedaan yang terjadi pada sistem politik negara tersebut.
Dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mempelajari lebih jauh tentang sistem–sistem politik di negara lain, dan dengan mempelajarinya, seseorng dapat mengetahui  sistem–sistem politik atau pemerintahan di  negara tersebut, tentunya juga mendapat pengetahuan lebih. Dorongan itu juga membuat penulis ingin membandingkan Negara Amerika Serikat dengan Negara Cina.
Amerika Serikat adalah sebuah republik federal yang terdiri dari 50 negara bagian dan sebuah distrik federal. Kecuali Alaska (utara Kanada) & Hawaii (lautan Pasifik), 48 negara bagian lainnya serta distrik federalnya terletak diAmerika Utara. Amerika Serikat berbatasan dengan Meksiko dan Teluk Meksiko di sebelah selatan, dan dengan Kanada di sebelah utara dan barat laut (eksklave Alaska). Di sebelah barat negara ini berbatasan dengan Samudra Pasifik dan di sebelah timur dengan Samudra Atlantik. Selain itu, Amerika Serikat juga "memiliki" beberapa daerah di Karibia dan Pasifik, walaupun wilayah tersebut bukanlah bagian dari Amerika Serikat.
Dengan luas wilayah 9,83 juta km2 dan penduduk sebesar 309 juta jiwa, Amerika Serikat adalah negara terbesar ke-3 atau ke-4 berdasarkan total luas wilayahnya dan terbesar ke-3 berdasarkan jumlah penduduk. Negara ini merupakan negara multietnis dan multikultural, yang disebabkan oleh masuknya para imigran dari seluruh dunia. Ekonomi Amerika Serikat merupakan ekonomi yang terbesar di dunia, dengan produk domestik bruto (perkiraan 2008) sebesar AS$14,4 triliun (seperempat dari PDB dunia berdasarkan nominal dan seperlima berdasarkan paritas daya beli).
Republik Rakyat Cina adalah sebuah negara komunis yang terdiri dari hampir seluruh wilayah kebudayaan, sejarah, dan geografis yang dikenal sebagai Cina. Sejak didirikan pada 1949, RRC telah dipimpin oleh Partai Komunis Cina (PKC). Sekalipun seringkali dilihat sebagai negara komunis, kebanyakan ekonomi republik ini telah diswastakan sejak tiga dasawarsa yang lalu. Walau bagaimanapun, pemerintah masih mengawasi ekonominya secara politik terutama dengan perusahaan-perusahaan milik pemerintah dan sektor perbankan. Secara politik, ia masih tetap menjadi pemerintahan satu partai.
RRC adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia, dengan populasi melebihi 1,3 miliar jiwa, yang matoritas merupakan bersuku bangsa Han. RRC juga adalah negara terbesar Rusia dan Kanada. RRC berbatasan dengan 14 negara : Afganistan, Bhutan, Myanmar, India, Kazakhstan, Kirgizia, Korea Utara, Laos, Mongolia, Nepal, Pakistan, Rusia, Tajikisthab, dan Vietnam.

B.       Rumusan masalah
Berdasarkan penjelasan diatas, maka yang menjadi permasalahannya adalah Bagaimanakah system perbandingan politik di negara Amerika Serikat dengan Negara Cina jika ditinjau dari persamaan dengan perbedaan sejarah dan dengan sistem pemilunya.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


lmu Perbandingan Politik adalah salah satu cabang studi politik (study of politics) dan ilmu politik (political science). Setudi perbandingan politik (comparative politics) mempelajari kegiatan-kegiatan politik dalam cakupan lebih luas, termasuk mengenai pemerintahan dan berbagai lembaganya dan juga aneka organisasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan pemerintahan (antara lain adalah suku bangsa, masyarakat, asosiasi-asosiasi, dan berbagai sejarah).
Istilah perbandingan politik juga diartikan sebagai upaya untuk membandingkan segala bentuk kegiatan politik, baik itu yang berkaitan dengan pemerintahan maupun yang tidak berhubungan dengan pemerintahan. Oleh sebab itu, para spasialis perbandingan politik cenderung mengartikan perbandingan politik sebagai studi tentang segala sesuatu yang berbau politik. Pengertian perbandingan politik yang lebih longgar lagi akan mengaburkan kriteria penentuan hal-hal apa saja yang layak menjadi objek kajiannya.
Kita dapat menggali hubungan ilmu politik dan perbandingan politik dengan bidang-bidang lain, seperti yang dilakukan oleh Ronald H. Chilcote, yang melihat bahwa teori maupun metodenya banyak bersumber dari pemikiran para filsuf politik “klasik” seperti Aristoteles dan Plato, Machiavelli dan Montesquieu, serta Hegel, Mark dan Mill.
Perbandingan politik juga banyak bersumber dari pemikiran para tokoh di awal abad 20 seperti Woodrow Wilson, James Bryce dan Carl Friedrich, yang telaahannya mengarah ke studi formal tentang pemerintahan dan negara. Karya dibidang lain yang turut mempengaruhi studi perbandingan politik, antara lain karya A.R. Radcliffe-Brown dan Bronislaw Malinowski dibidang Antropologi; Gaetano Mosca, Vilfredo Pareto, Mark Weber dan Emile Durkheim dibidang sosiologi dan sosiologi politik; serta John M. Keynes, Karl Marx dan V.I. Lenin dibidang ekonomi politik.
Kepustakaan teori-teori sistem dalam perbandingan politik mulai mencuat diawal tahun 50-an. Ada 3 penulis yang dapat dikemukakan sebagai wakil perintis dan pengembang teori-teori sistem ini.
1.        Pertama, David Easton, yang bukunya berjudul The Political System dan sejumlah tulisannya yang lain menandai lahirnya konsep sistem politik (political system) bersamaan dengan konsep-konsep input dan output, tuntutan (demands) dan dukungan (support) serta umpan balik;
2.        Kedua,  Gabriel Almond, yang banyak dipengaruhi antropolog fungsionaris A.R. Radcliffe-Brown dan Bronislaw Malinowski, serta sosiolog  Max Weber dan Talcott Parsons. Awalnya Almond menawarkan suatu klasifikasi sederhana tentang sistem-sistem politik, yang mencakup pula sistem-sistem politik di luar dunia Barat, dan negara-negara yang baru merdeka. Ia kemudian bergabung dengan para spesialis perbandingan politik dengan merumuskan kategori-kategori struktur dan fungsi, dan mengkaitkannya dengan semua sistem politik yang ada di dunia. Selanjutnya Almond mengaitkan pula konsepsinya tentang sistem dengan budaya dan pembangunan;
3.        Ketiga, Karl Deutsch yang karyanya, Nerves of Government, banyak bersumber dari teori sibernika yang dirumuskan Norbert Wiener ketika berusaha mengembangkan model politik sistemik (systemic model of politics).

B.       Teori Sistem Pemilu
Pemilu adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.
Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.
Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.
Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.




BAB III
PEMBAHASAN

A.      Sejarah Amerika Serikat
Amerika Serikat terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara Amerika Serikat terbentang dari Samudera Atlantik di pesisir timur hingga Samudera Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritori lainnya.
Penetap pertama wilaya yang kini menjadi Amerika Serikat berasal dari Asia sekitar 15000 tahun yang lalu, mereka menyebrangi jembatan darat bering ke alaska, selanjutnya penduduk asli Amerika bermukim di wilayah tersebut selama ribuan tahun. Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika. Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahun 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya, Amerika Serikat terus didatangi oleh orang-orang Inggris. Orang Perancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat. Perkembangan koloni-koloni Inggris berakhir tidak baik bagi penduduk asli Amerika, karena banyak dari mereka yang tewas akibat penyakit, dan mereka kehilangan negeri mereka. Amerika Serikat terbentuk dari 13 bekas koloni Inggris selepas Revolusi Amerika setelah deklarasi kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776. Perang ini dimulai karena kolonis merasa diperlakukan tidak adil oleh Inggris.
Setelah Revolusi, Amerika Serikat menghadapi banyak masalah, seperti perbudakan. Pada tahun 1800-an, AS memperoleh banyak wilayah dan mulai terindustralisasi. Dari tahun 1861 hingga 1865,Perang Saudara Amerika berkecamuk antara Utara dengan Selatan. Perang ini diakibatkan karena sengketa mengenai hak-hak negara bagian, perbudakan, dan masa depan Amerika Serikat. Beberapa negara bagian di Selatan meninggalkan Amerika Serikat dan mendirikan Konfederasi, Pada akhir 1800-an, banyak orang Eropa datang ke Amerika Serikat dan bekerja di pabrik besar. Pada awal abad ke-20, AS menjadi kekuatan dunia. Ekonominya merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Negara ini juga terlibat dalamPerang Dunia I dan II.

1.        Pemilu Di Amerika Serikat
Amerika Serikat memiliki pemerintah federal , dengan pejabat terpilih di tingkat federal (nasional), negara bagian dan lokal. Pada tingkat nasional, kepala negara , para Presiden , dipilih langsung oleh rakyat, melalui elektoral . Di zaman modern, para pemilih hampir selalu memilih dengan suara populer negara mereka. Semua anggota legislatif federal, Kongres , secara langsung dipilih. Ada banyak dipilih kantor-kantor di tingkat negara, setiap negara memiliki setidaknya sebuah pilihan gubernur dan legislatif . Ada juga dipilih kantor-kantor di tingkat lokal, kabupaten dan kota. Diperkirakan bahwa di seluruh negeri, lebih dari satu juta kantor diisi dalam setiap siklus pemilu.
Kedua undang-undang federal dan negara mengatur pemilu. Para Konstitusi Amerika Serikat mendefinisikan (sampai batas dasar) bagaimana pemilihan federal diadakan, dalam Pasal Satu dan Pasal Dua dan berbagai amandemen . Negara hukum mengatur sebagian besar aspek hukum pemilu, termasuk pendahuluan, kelayakan pemilih (luar definisi konstitusi dasar) , menjalankan electoral college masing-masing negara, dan menjalankan pemilihan negara bagian dan lokal. Pembiayaan pemilu selalu kontroversial, karena sumber keuangan swasta membuat sejumlah besar sumbangan kampanye, terutama dalam pemilu federal. Dana publik sukarela untuk calon bersedia menerima batas pengeluaran diperkenalkan pada tahun 1974 untuk pemilihan pendahuluan presiden dan pemilu. Para Komisi Pemilihan federal , yang diciptakan pada tahun 1975 oleh sebuah amandemen terhadap Undang-Undang Kampanye Pemilu Federal memiliki tanggung jawab untuk mengungkapkan informasi keuangan kampanye, untuk menegakkan ketentuan hukum seperti batas dan larangan pada kontribusi, dan untuk mengawasi dana publik sebesar US pemilihan presiden. Pemerintah federal juga telah terlibat dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih , dengan langkah-langkah seperti Registration Act Pemilih Nasional 1993 .
Amerika Serikat, sebagai negara independen pertama di Dunia Baru, berusaha untuk membangun sistem organisasi politik yang berbeda dari rezim monarki dan kolonial bahwa mereka baru saja patah.  Dalam pencarian mereka untuk menerapkan model demokrasi perwakilan, mereka dikandung sistem pemilihan yang, terlepas dari kondisi sulit saat itu, dijamin delegasi dari kedaulatan rakyat kepada gubernur dan wakil.  Hal ini terjadi pada kuartal terakhir abad XVIII.  Lebih dari dua ratus tahun telah berlalu dan sistem politik yang dirancang pada waktu itu untuk tiga belas koloni, telah berkembang sangat besar, sehingga menimbulkan administrasi yang kompleks dari apa yang saat ini satu-satunya adidaya di dunia, yang terintegrasi oleh lima puluh negara bagian, District of Columbia , tiga wilayah dan Puerto Rico. Dengan lebih dari setengah juta petugas pemilu populer yang pergi dari anggota dewan direktur sekolah, Sheriff, hakim, walikota, gubernur, deputi dan senator, antara lain, perhatian internasional memusatkan sebanyak dalam pemilu dari Kongres bikameral (Senat dan DPR) kepada Presidensi dan Wakil-presiden Amerika Serikat. Hal ini diperlukan untuk memperjelas maka itu tidak ada sistem pemilihan tunggal, karena negara-negara mendefinisikan sistem mereka sendiri dan bahkan kabupaten yang memiliki kapasitas 3.141 untuk merancang peraturan pemilihan untuk memilih pejabat lokal mereka. Baru-baru ini, atas dasar seluruh dunia, muncul pertanyaan tentang bagaimana sistem yang bekerja, di mana kandidat yang mendapatkan suara lebih banyak dalam pemilihan bulan November 2000 adalah tidak terpilih, karena dia yang memperoleh suara kurang dari pemilih menerima suara yang lebih dari College Pemilihan , dan setelah pertempuran pengadilan yang sulit menjadi Presiden Amerika Serikat. Hal ini bermanfaat untuk melihat norma-norma, institusi dan prosedur yang mengintegrasikan sistem pemilu dan politik di mana para anggota Kongres (Senator dan Wakil Rakyat), serta Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih.

B.       Sejarah negara cina
Sejarah Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Cina berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Cina dimulai sejak Dinasti Shang (k. 1750 SM - 1045 SM). Cangkang kura-kura dengan tulisan Cina kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM. Budaya, sastra, dan filsafat Cina berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045 SM hingga 256 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang.
Dinasti Zhou terpecah menjadi beberapa negara kota, yang menciptakan Periode Negara Perang. Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan mendirikan kekaisaran pertama Cina. Pergantian dinasti dalam sejarah Cina telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Cina memiliki kendali langsung terhadap wilayah yang luas.
Pandangan konvensional terhadap sejarah Cina adalah bahwa Cina merupakan suatu negara yang mengalami pergantian antara periode persatuan dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai oleh orang-orang asing, yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam populasi Suku Han. Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia, yang dibawa oleh gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian, menyatu untuk membentuk budaya Cina modern.

1.        Pemilu Di Cina
Pemilihan dari Republik Cina (ROC) memberikan informasi tentang pemilu dan pemilihan hasil di Republik Cina dengan kontrol yang efektif atas Wilayah Taiwan sejak 1949. Republik Cina memilih pada tingkat nasional suatu kepala negara yang presiden - dan legislatif . Presiden dipilih untuk masa empat tahun oleh rakyat. Sebelum 2007,Yuan Legislatif memiliki 225 anggota, 168 anggota dipilih untuk jangka waktu tiga tahun dalam multi-kursi konstituen , 8 anggota yang mewakili penduduk asli, 41 anggota dipilih oleh perwakilan proporsional dan 8 anggota yang mewakili orang Tionghoa perantauan dipilih oleh perwakilan proporsional . Di tengah dukungan publik 70%, Yuan Legislatif memberikan suara 217-1 pada tanggal 23 Agustus 2004 untuk paket amandemen:
a)        membagi jumlah kursi 225-113
b)        beralih ke sistem distrik anggota tunggal paralel suara pemilihan
c)        meningkatkan hal anggota dari 3 sampai 4 tahun, untuk menyinkronkan pemilu legislatif dan presiden. (Tidak jelas apakah ini akan dilaksanakan selama pemilihan presiden dan legislatif berikutnya dengan partai-partai kecil lawan bergerak, karena akan mengurangi kemungkinan mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih baik)

Sistem pemilu yang baru akan mencakup pluralitas kursi 73 (satu untuk setiap daerah pemilihan), 6 kursi untuk penduduk asli, dengan 34 kursi yang tersisa akan diisi dari daftar partai. Setiap daerah memiliki minimal 1 daerah pemilihan, sehingga dijamin minimal satu kursi di legislatif, sementara partai daftar untuk kursi proporsional mewakili haruslah perempuan setengah. Anggota untuk 34 kursi partai daftar harus dipilih dari daftar partai politik dalam proporsi jumlah suara dimenangkan oleh masing-masing pihak yang mendapatkan setidaknya 5 persen dari total suara di Daerah Bebas dari Republik Cina
Ada lima tingkat pusat dan lokal kongres rakyat di China.  Mereka adalah Kongres Rakyat Nasional, kongres rakyat provinsi, daerah otonom dan kotamadya langsung di bawah Pemerintah Pusat, kongres rakyat kota dibagi menjadi distrik, dan prefektur otonom, kongres rakyat kota tidak dibagi ke dalam distrik, kabupaten kota, kabupaten dan otonom kabupaten, dan kongres rakyat dari kota-kota, kota-kota dan kota-kota etnis minoritas.  Kongres rakyat di semua tingkatan dibentuk melalui pemilihan umum demokratis.
Poin dasar dari sistem pemilu China adalah Semua warga negara Republik Rakyat China yang telah mencapai usia 18 memiliki hak untuk memilih dan mencalonkan diri, terlepas dari latar belakang etnis, ras, jenis kelamin, pekerjaan, latar belakang keluarga, keyakinan agama, tingkat pendidikan, properti status atau panjang tinggal.  Orang yang telah kehilangan hak-hak politik mereka sesuai dengan hukum tidak memiliki hak untuk memilih dan mencalonkan diri.  Satu pemilih hanya memiliki satu suara dalam setiap pemilihan.  Deputi untuk kongres rakyat kota tidak dibagi ke dalam distrik, kabupaten kota, kabupaten, kabupaten otonom, kota-kota, kota-kota etnis minoritas dan kota dipilih langsung oleh konstituen mereka.  Deputi ke NPC dan kongres rakyat provinsi, daerah otonom, kota langsung di bawah Pemerintah Pusat, kota dibagi menjadi distrik, dan prefektur otonom yang dipilih oleh kongres rakyat di tingkat bawah berikutnya.  Semua partai politik dan organisasi massa baik dapat bersama-sama atau secara terpisah merekomendasikan calon untuk menjadi deputi.  Calon juga mungkin dianjurkan oleh minimal 10 pemilih dalam pemilihan langsung dan 10 deputi di pemilihan tidak langsung. Dalam pemilihan langsung dan tidak langsung, jumlah calon harus melebihi jumlah delegasi yang akan dipilih dan pemilu harus kompetitif.  Dalam pemilihan langsung, jumlah calon harus melebihi jumlah yang akan dipilih oleh satu-ketiga untuk 100%.  Dalam pemilihan langsung, jumlah calon harus melebihi jumlah yang akan dipilih oleh 20% sampai 50%. Pemilih dapat memilih calon, suara terhadap kandidat, suara untuk orang lain, atau abstain.  Dalam pemilihan langsung, lebih dari setengah dari pemilih yang berhak di distrik pemilihan harus memilih agar pemilu valid, dan kandidat yang menerima suara mayoritas pemilih dipilih.  Dalam pemilihan langsung, calon menerima suara mayoritas suara wakil dipilih.  Biaya pemilihan dibayar dari perbendaharaan negara.





BAB 1V
KESIMPULAN

A.      Simpulan
Amerika Serikat memiliki pemerintah federal , dengan pejabat terpilih di tingkat federal (nasional), negara bagian dan lokal. Pada tingkat nasional, kepala negara , para Presiden , dipilih langsung oleh rakyat, melalui elektoral . Di zaman modern, para pemilih hampir selalu memilih dengan suara populer negara mereka. Semua anggota legislatif federal, Kongres , secara langsung dipilih sedangkan Republik Cina memilih pada tingkat nasional suatu kepala negara yang presiden - dan legislatif . Presiden dipilih untuk masa empat tahun oleh rakyat. Sebelum 2007,Yuan Legislatif memiliki 225 anggota, 168 anggota dipilih untuk jangka waktu tiga tahun dalam multi-kursi konstituen , 8 anggota yang mewakili penduduk asli, 41 anggota dipilih oleh perwakilan proporsional dan 8 anggota yang mewakili orang Tionghoa perantauan dipilih oleh perwakilan proporsional. 

B.       Saran
Untuk Negara sebesar Amerika Serikat alangkah baiknya sitem keungan pemilu dibiyayai Pemrintah dan tidak mengandalkan system keuangan swasta. Sedangkan untuk system Pemilu di China itu lebih baik dilakukan secara langsung karena China itu bukan terdiri dari beberapa Negara bagian dan untuk sistem keuangan pemilu di China itu sudah benar.

DAFTAR PUSTAKA

Budiarjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Gramedia, 2008.
http://multikulturindonesia.blogspot.com
http://id.wikipedia.org

0 comments:

Poskan Komentar