Parlemen
Parlemen adalah sebuah badan legislatif, khusus di negara-negara sistem pemerintahannya berdasarkan sistem Westminster dari Britania Raya. Nama ini berasal dari bahasa perancis yaitu parlement.
Badan Legislatif yang disebut parlemen dilaksanakan oleh sebuah pemerintah dengan sistem parlementer dimana eksekutif secara konstitusional bertanggungjawab kepada parlemen.
Hal ini dapat dibandingkan dengan sistem presidensial dimana legislatif tidak dapat memilih atau memecat kepala pemerintahan dan sebaiknya eksekutif tidak dapat membubarkan parlemen. beberapa negara mengembangkan sistem semi presidensial yang menggabungkan seorang presiden yang kuat dan seorang eksekutif yang bertanggung jawab kepada parlemen.
Parlemen dapat terdiri atas beberapa kamar atau majelis, dan biasanya berbentuk unikameral atau bikameral meskipun terdapat beberapa model yang lebih rumit seperti model trikameral.
Unikameral
Sistem unikameral (badan legislatif hanya satu majelis yang langsung mewakili rakyat) mulai populer sejak akhir abad XVIII dan awal abad XIX.
Dalam struktur parlemen tipe unikameral tidak mengenal adanya dua badan terpisah seperti adanya majelis tinggi dan majelis rendah, bahwa secara kelembagaan fungsi legislative tertinggi diletakan sebagai tanggungjawab satu badan tertinggi yang dipilih oleh rakyat.
Keutungan Sistem Satu Kamar
Lebih sederhana sehingga biaya yang harus dikeluarkan oleh negara lebih murah, efisien kerja dalam lapangan perundang-undangan lebih besar, pertanggungjawaban ada padanya secara tegas, lebih menggambarkan kekuasaan yang langsung dari pemilih (konstituen)
Kerugian Sistem Satu Kamar
Dalam membicarakan persoalan bangsa atau negara kurang teliti dibandingkan sistem dua kamar, kepentingan daerah-daerah tidak diwakili secara langsung.
Bikameral
Sistem dua kamar merupakan pengembangan sistem
aristokrasi ke sistem demokrasi. Pada awalnya majelis
tinggi dimaksudkan sebagai pertahanan terakhir dari kekuasaan raja dan
para bangsawan karena secara langsung maupun tak langsung, berhubungan erat
dengan raja. Kini majelis tinggi pada umumnya tidak lagi merupakan perwakilan
dari golongan bangsawan (kalangan atas), melainkan wakil-wakil dari
negara-negara bagian karena pada umumnya yang menggunakan sistem dua kamar
adalah negara-negara serikat.
Keuntungan Sistem Dua Kamar
dapat
mempertimbangkan persoalan secara lebih teliti; karena sistem dua kamar ini
dipilih atas dasar yang berbeda, maka lebih mencerminkan sikap umum dari
kehendak rakyat; menjamin kepentingan tertentu bagi daerah-daerah
atau negara bagian.
Kerugian
Biaya yang dikeluarkan negara semakin besar, Perselisihan antara dua majelis sering mengakibatkan jalan buntu (dead-locke).
Klasifikasi Bikameral
Dalam perkembangannya menurut Giovani Sartoti, ada 3 sistem parlemen bikameral yaitu :
Soft Bicameral : Terjadi apabila salah satu kamar kewenangannya lebih dominan.
Strong Bicameral : Terjadi apabila kewenangan kedua kamar hampir sama kuat.
Perfect Bicameral : Terjadi apabila kewenangan kedua kamar seimbang.
Negara Bikameral
Amerika serikat : Seenate dan House of Representtatives
Inggris : House of Lords dan House of commons
Belanda : Eerste Kamer dan Tweede Kamer
Indonesia : Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah
India : Lok sabha dan Rajya Sabha
Trikameral
Sistem
parlemen yang terdiri dari 3 kamar yang ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Belum
ada negara yang menyatakan secara tegas sistem perlemen tiga kamar.